
Banyak orang memulai PDKT dengan harapan menemukan seseorang yang bisa membuat hidupnya lebih bahagia. Tidak sedikit yang percaya bahwa memiliki pasangan akan menghilangkan rasa kesepian, meningkatkan rasa percaya diri, atau memberikan perasaan lengkap yang selama ini dicari. Namun, kenyataannya tidak sesederhana itu.
Sebelum memulai PDKT, ada satu hal yang perlu dipelajari terlebih dahulu, yaitu menerima diri sendiri.
Menerima diri sendiri bukan berarti merasa sempurna atau tidak memiliki kekurangan. Menerima diri sendiri berarti mampu melihat diri apa adanya, baik kelebihan maupun kekurangan, tanpa terus-menerus memusuhi diri sendiri. Ketika seseorang mampu menerima dirinya, ia tidak lagi merasa harus menjadi orang lain untuk mendapatkan cinta dan perhatian.
Masalah sering muncul ketika seseorang masuk ke dalam hubungan dengan perasaan bahwa dirinya belum cukup baik. Karena merasa kurang, ia berharap pasangannya dapat mengisi kekosongan tersebut. Ia mulai mencari validasi, pengakuan, dan rasa aman dari orang lain. Akibatnya, hubungan menjadi penuh ketergantungan emosional.
Orang yang belum menerima dirinya biasanya lebih mudah merasa cemas saat PDKT. Ia terlalu memikirkan apakah dirinya disukai atau tidak. Ia takut ditolak, takut tidak dianggap menarik, dan takut kehilangan seseorang yang sebenarnya belum tentu cocok dengannya. Dalam kondisi seperti ini, PDKT tidak lagi menjadi proses saling mengenal, melainkan menjadi perjuangan untuk mendapatkan penerimaan dari orang lain.
Ketika penerimaan diri belum terbentuk, seseorang juga cenderung lebih mudah menuntut pasangannya. Ia berharap pasangannya selalu memberikan perhatian, selalu mengerti perasaannya, atau selalu bertindak sesuai keinginannya. Jika harapan tersebut tidak terpenuhi, kekecewaan mulai muncul dan hubungan menjadi tidak sehat.
Sebaliknya, orang yang sudah lebih menerima dirinya biasanya menjalani PDKT dengan lebih tenang. Ia tidak merasa harus membuktikan bahwa dirinya layak dicintai. Ia mampu menunjukkan dirinya secara jujur tanpa perlu berpura-pura menjadi orang lain. Ia memahami bahwa tidak semua orang akan menyukainya, dan hal itu bukanlah masalah.
Penerimaan diri juga membantu seseorang melihat hubungan dengan lebih objektif. Fokusnya bukan lagi pada bagaimana membuat orang lain menyukainya, tetapi pada bagaimana mengenal karakter, nilai hidup, dan kecocokan satu sama lain. Dengan demikian, keputusan untuk melanjutkan hubungan tidak didasarkan pada rasa takut kehilangan, melainkan pada pertimbangan yang lebih sehat.
PDKT yang baik bukanlah tentang mencari seseorang yang bisa menyelamatkan hidup kita. PDKT adalah proses dua orang yang sama-sama utuh saling mengenal dan melihat apakah mereka bisa bertumbuh bersama. Ketika dua orang yang telah menerima dirinya masing-masing bertemu, hubungan yang terbangun biasanya lebih ringan, lebih jujur, dan lebih minim tuntutan.
Karena itu, sebelum sibuk mencari pasangan yang tepat, luangkan waktu untuk membangun hubungan yang baik dengan diri sendiri. Belajarlah menerima kelebihan dan kekurangan yang ada. Saat kamu tidak lagi berperang dengan dirimu sendiri, kamu akan lebih siap membangun hubungan yang sehat dengan orang lain. Pada akhirnya, hubungan yang baik selalu dimulai dari hubungan yang baik dengan diri sendiri.